SDA

Sejarah Perdagangan Jalur Sutra

JALUR PERDAGANGAN DUNIA
ABAD IV - XVII M

Jalur Sutra Rute Fa-Hien
Fa-Hien Route

Jalur Sutra Rute Marcopolo
Marcopolo Route

Jalur Sutra Rute Cheng Ho (1405-1433)
Cheng Ho Route (1405-1433)

“Rute Jalur Sutra Fa Hien, Marcopolo, dan Cheng Ho melalui kawasan Selat Sunda dan Selat Malaka telah memperkenalkan kepada dunia bahwa Lampung memiliki kopi dan lada yang sangat dibutuhkan masyarakat Eropa dan China sebagai komoditas dagang dan kebutuhan primer”

“Fa Hien, Marcopolo, and Cheng Ho journey through Sunda and Malaka Strait had introduced Lampung to the world as coffee beans and pepper producer which needed by European and Chinese people as trading commo- dity and primary need”

Sejarah Jalur Sutra

Sutra diperkenalkan oleh Dewi Sutra (Hsi- Ling-Shih, istri dari Kaisar Kuning yang memerintah Cina 3.000 BC), dengan memintal benang kokon menjadi kain sutra. Temuan tertua tenun sutra ditemukan di Sungai Kuning Provinsi Shanxi, di sebelah Utara Cina, berumur 2.600-2300 SM.

istilah Jalur Suira pertama kali disebut oleh Ferdinand von Richthofen, 1877.

Jalur sutra merupakan seri rute perdagangan melalui benua Asia terutama yang menghubungkan Cang'an (Xi'an) di Cina dengan kawasan Asia dan Mediteranian vang menempuh jarak lebih dari 8.000 kin di laut dan Harat. Perdagangan di jalur sutra adalah faktor penting dalam perkembangan peradaban di China, Mesir Mesopotamia, Persia, India, dan Roma serta awal dari perkembangan kebudayaan moderen.

Periode awal The Silk Road adalah Dinasti Han (206 SM-220 M) dan Dinasti Tang (618-907 M), dan Bangsa Mongol (13 M and 14 M)

Biksu Fa-Hien saat berusia 25 tahun melakukan perjalanan suci menuju Tibet, India dan Sri Langka pada 399 -414 M dalam mencari kitab suci Buddha yang disebutnya sebagai Kitab Sramana Buddha-Bhadara.

Marco Polo (1254-1324) sejak umur 6 tahun sudah melakukan perjalanan mengikuti jejak saudaranya, Maffeo dan Niccilo Polo, sebagai saudagar pelaut. Tahun 1271 saat berumur 17 tahun Marco Polo memulai perjalanan laut selama 2 tahun dengan 600 penumpang menuju China dan diterima baik oleh Kublai Khan (1214-1294).

Zheng He/ Cheng Ho (1371-1433) adalah Laksamana pada masa Dinasti Ming. Cheng Ho melakukan 7 perjalanan sejak 1405 - 1433 dan 6 kali melalui kawasan Indonesia di Jawa (Champa), Sumatra (Palembang), dan Malaka. Total armada Zheng He yakni 27,870 orang dan 317 kapal yang memuat kargo aneka barang berbahan sutra, porselin, emas, perak, perunggu, besi dan katun, lada, gading, obat-obatan, kayu langkadan mutiara.
Pilihan Artefak

Rencanakan Kunjungan Anda

08:00 WIB → 15:00 WIB